Pilih Laman
FSRD Untar berpartisipasi dalam Global Summit to End Sexual Violence in Conflict Areas

27 April 2016

Oleh: Admin Pusat

Pemerintah Kerajaan Inggris pada tanggal 10 sampai 13 Juni, 2014, menyelenggarakan  Global Summit to End Sexual Violence in Conflict  Areas.  Acara itu diikuti oleh 1700 delegasi dari 129 negara. Acara dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris, dan Angelina Jolie sebagai Special Envoy  pimpinan PBB untuk masalah pengungsi.  Pertemuan ini membicarakan nasib perempuan yang mengalami kekerasan seksual di daerah-daerah konflik militer, yang  terbukti terjadi di Afrika, Amerika latin, Asia, termasuk di Indonesia. Salah satu bagian penting dari dari acara besar itu adalah  Global Relay Event, berupa sebuah partisipasi kreatif di seluruh dunia selama 84 jam yang dikoordinasikan melalui internet. FSRD UNTAR telah diundang oleh lembaga negara Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (atau sering disebut sebagai ”Komnas Perempuan”) dan Kedutaan Besar Kerajaan Inggris di Jakarta untuk mengadakan aksi seni rupa berupa melukis bersama di Komnas Perempuan pada 11 Juni 2014. Tim dosen, mahasiswa, dan alumni FSRD Untar yang terlibat melukis bersama adalah Toto M. Mukmin, Nashir Setiawan, Yuli Asmanto, Francisca Retno, Hendra Bakti, Yudha Bianto, Aldo Muhamarizka, dan Shienie Valleria, dipimpin oleh Dekan FSRD Muchyar. Acara dibuka oleh Komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriani, serta ketua Seksi Politik Kedutaan Besar Inggris Millie McDevitt. Melalui video, Tim perupa FSRD Untar juga mendengarkan penjelasan Menteri Luar Negeri Inggris dan Angelina Jolie, perihal masalah kekerasan seksual terhadap wanita di daerah-daerah konflik di seluruh dunia. Seluruh karya tim FSRD dipamerkan di Kedutaan Besar Kerajaan Inggris di Jakarta Selatan pada 20 Juni. Duta Besar Inggris Mark Canning menyatakan apresiasi terhadap karya Tim. Acara ditutup oleh Dubes, dan Komisioner Komnas Perempuan. Beberapa karya disumbangkan untuk Komnas Perempuan. Sebagai sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, keterlibatan FSRD UNTAR ini menunjukkan bahwa sivitas akademika FSRD Untar bisa terlibat pada isu-isu sosial kemanusiaan yang mendasar melalui seni rupa dan desain. [vc_column width=”1/1″][vc_empty_space height=”32px” el_class=”Jarak Media Sosial”][/vc_column][vc_row][vc_column width=”1/3″][vc_facebook type=”button_count”][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_tweetmeme type=”horizontal”][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_googleplus type=”” annotation=”inline”][/vc_column]

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar