Pilih Laman
The God’s Kingdom Portray of Lighting: Hunting Feast I-Focus FIKom Untar 2016

21 Maret 2016

Oleh: Admin Pusat

Lukisan Cahaya Istana Dewa: Hunting Besar Fotografi I-Focus FIKom UNTAR di Dieng Hunting Besar I-Focus adalah salah satu  kegiatan dari program kerja BEM FIKom Untar yang sangat ditunggu-tunggu mahasiswa. Hunting Besar (HunBes) I-Focus 2015-2016 kali ini berlangsung di Dieng, Wonosobo. Dengan antusias para mahasiswa mendaftarkan diri dari jauh-jauh hari untuk mengikuti acara tersebut.  HunBes yang dilaksanakan pada tanggal 16-20 Maret ini harus dilalui dengan menempuh perjalanan sekitar 8 jam dengan kereta api dan mobil. Waktu yang tidak singkat, namun apalah arti jarak dan waktu jika keindahan matahari emas yang terbit di puncak Dieng sudah terbayang di benak. Para peserta pun memulai petualangan berharga tersebut dengan berkumpul di Stasiun Senen pada pukul 19.00 wib untuk menggunakan moda kereta api tujuan Purwokerto yang berangkat pada pukul 22.30 wib.
Setelah 5 jam lamanya perjalanan ditempuh, sampailah di Purwokerto untuk melanjutkan perjalanan selama tiga jam berikutnya menuju ke Dieng.  Meskipun perjalanan cukup memakan waktu lama namun hal tersebut tak sedikit pun menyurutkan semangat para HunBes. Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna Dewa. Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Dieng memiliki Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20 °C di siang hari dan 6—10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Candi-candi Dieng merupakan mahakarya dinasti Sanjaya sebagai candi beraliran Hindu tertua di tanah Jawa pada abad ke 7 dan diyakini menjadi awal munculnya agama Hindu. Nama-nama candi diambil dari nama-nama dewa pada masa kerajaan Hindu. Cuaca dingin dan kabut menyelimuti  Desa Sembungan tempat para peserta  menghabiskan malam. Dengan tema Lukisan Cahaya Istana Dewa mencerminkan betapa tingginya dataran Dieng dengan istana dewa. Para peserta diberikan waktu untuk istirahat dan sarapan. Pada pukul 13:00 para peserta sudah siap untuk melakukan hunting ke Candi Arjuna dan Kawah Singkidang. Sangat disayangkan cuaca pada saat itu kurang mendukung karena hujan, sehingga kami mendatangi sebuah bioskop kecil Dieng Plateau Theater. Para peserta disungguhkan sebuah cuplikan video yang menggambarkan Dieng.
Seusai menonton video tersebut, para peserta mencoba mengambil beberapa gambar dari beberapa titik yang ada sambil menunggu hujan. Setelah hujan mulai reda, peserta melanjutkan perjalanan ke Candi Arjuna. Hari sudah mulai gelap, maka para peserta kembali kepenginapan dan juga makan malam. Sesi terakhir sebelum tidur, para peserta diminta untuk mengumpulkan foto-foto hasil hunting yang sudah didapatkan dan melakukan review hasil bersama-sama. Hal tersebut dilakukan selain untuk mendiskusikan hasil, tapi juga saling beramah tamah dan merupakan ajang evaluasi dan saling memberikan masukan guna perkembangan skill fotografi masing-masing peserta. Keesokan hari, para peserta sudah siap untuk memulai lagi perjalanannya pada pukul 09:00, rute kali ini adalah telaga warna. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok guna mengunjungi  dua tempat  yang berbeda. Mereka mengumpulkan foto yang didapat saat di telaga warna. Sekitar pukul 11 malam, review pun selesai. Tak akan lengkaplah ke Dieng tanpa menyaksikan sunrise dari Gunung Sikunir. Demi hal itu para peserta pun diajak untuk melihat sunrise dan sebelumnya melakukan hunting foto bintang pada malam harinya.
Sunrise Hunting dan bintang dilakukan sejak pukul dua dini hari. Perjalanan menuju puncak gunung memang melelahkan, karena harus melintasi tanjakan maupun turunan di gunung yang terjal dan licin dalam keadaan gelap dan hanya menggunakan penerangan seadanya. Namun, sesampainya peserta di puncak semua rasa lelah terbayarkan saat melihat begitu dekatnya posisi kami dengan langit bertabur bintang. Pemandangan begitu indah yang bahkan kata indah pun tidak cukup untuk melukiskannya. Sunsrise mulai muncul di Gunung Sikunir yang berada di ketinggian 2.463 m Setelah puas dengan pemandangan indah diatas puncak gunung, waktunya pun tiba untuk peserta bergegas pulang. Pada pukul 8 pagi, para peserta sudah dalam perjalanan kembali menuju penginapan. Tak terasa ternyata itu adalah hari terakhir Hunbes I-Focus. Menurut Chintiya, salah satu peserta berkomentar ikut HunBes menjadikannya memiliki pengalaman berharga. “Banyak ilmu tentang fotografi yang saya dapatkan, selain itu sebagai sesama anggota maupun peserta HunBes Ifocus dapat saling mengenal lebih dalam satu sama lain,” jelasnya. Nantikan kegiatan HunBes berikutnya. I-focus Fikom Untar, bukan maeeeeen! (CN/CV)

Berita terbaru

Agenda

1 Okt Dies Natalis ke-63 Untar
3 Okt Research Week Untar
7 Okt Seminar Kebudayaan
7 Okt Pagelaran Wayang
15 Okt Wisuda ke-80 Untar