Pilih Laman
SKRIPSI SEBAGAI TUGAS AKHIR PADA MAHASISWA TINGKAT SARJANA DI FAKULTAS PSIKOLOGI

26 Januari 2016

Oleh: Admin Pusat

Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara sangat memerhatikan kualitas dari lulusannya, dan salah satu upaya untuk menghasilkan kualitas yang baik adalah melalui tugas akhir yang wajib ditempuh oleh mahasiswa.  Tugas akhir untuk kelulusan mahasiswa pada tingkat sarjana atau strata 1 di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara berbentuk skripsi. Banyak mahasiswa bertanya-tanya seperti apakah skripsi itu dan bagaimana membuatnya, terlebih dengan melihat tampilannya sebagai sebuah buku yang tebal. Sebenarnya apa itu skripsi dan mengapa tugas akhir mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara untuk mencapai kesarjanaannya perlu membuat skripsi?

Skripsi adalah suatu tulisan ilmiah yang disusun oleh mahasiswa pada semester akhir di masa perkuliahannya. Sebagai suatu tulisan ilmiah, maka skripsi memiliki kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah seperti adanya permasalahan atau fenomena yang menjadi bahan kajian, adanya tinjauan secara kritis baik itu teoretis maupun praktis pada fenomena terkait dengan bukti-bukti ilmiah yang ada, dan adanya dugaan-dugaan yang perlu ditindaklanjuti dengan lebih cermat lagi. Dari dugaan yang muncul, maka disusunlah langkah-langkah penelitian secara akurat sebagai upaya pembuktian atau pengkajian fenomena itu. Dalam pengerjaan skripsi, mahasiswa mendapat bimbingan dari dosen pembimbing yang sesuai dengan kepakarannya terhadap fenomena yang dikaji. Fenomena atau permasalahan yang menjadi bahan kajian umumnya dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan minatnya terhadap permasalahan psikologis yang ada di sekitarnya. Permasalahan psikologis yang menjadi bahan kajian oleh mahasiswa merupakan topik-topik bahasan dari bidang-bidang yang ada pada psikologi, seperti misalkan psikologi klinis atau psikologi abnormal yang membahas tentang perilaku individu yang mengalami penyimpangan; kajian psikologi pendidikan yang memerhatikan dengan lebih mendalam tentang proses individu dalam proses belajar mengajar; kajian psikologi industri dan organisasi sebagai bahasan terhadap perilaku individu dalam proses bekerja pada suatu industri atau organisasi; dan ada juga kajian psikologi sosial yang memerhatikan dinamika interaksi individu di dalam masyarakat secara umum. Topik-topik yang dipilih oleh mahasiswa pun mengikuti perkembangan jaman, seperti tentang LGBT, perilaku agresi, perilaku konsumen, dan masih banyak lagi. Dari diskusi singkat pada 25 Januari 2016 dengan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Dr. Rostiana, M.Si., Psikolog ditegaskan mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai EPIC yang merupakan visi dari fakultas. Enterpreneurship, Profesionalism, Integrity, dan Caring Community perlu diaplikasikan dalam pembuatan skripsi. Pada enterpreneurship, adalah bagaimana mahasiswa dapat menangkap fenomena yang memang update di masyakarat sehingga skripsi yang dihasilkan menjawab kebutuhan masyarakat. Profesionalism terbentuk saat mahasiswa mengasah dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu yang didapatkan selama kuliah. Penguasaan teori dan konsep-konsep psikologi, menguasai metodologi penelitian, dan dapat menggunakannya secara akurat. Dari proses tersebut akan mengasah daya analisa sintesa, logika, dan berpikir konseptual, dan hal ini sebagai suatu keunggulan yang membedakan lulusan pada tingkat sarjana. Pemenuhan kemampuan berpikir logis dan konseptual serta mengaplikasikannya dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah ini sesuai dengan tuntutan dari standar KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)serta AP2TPI (Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia). Hal yang juga penting dalam pengaplikasian nilai-nilai EPIC pada pengerjaan skripsi adalah integrity. Integrity tertuang dalam sikap anti plagiarisme, mengutamakan originalitas dan kejujuran dalam membuat suatu karya ilmiah. Serta Caring Community sebagai suatu dukungan kelompok dari sesama mahasiswa untuk saling memberikan perhatian dan peringatan dalam penyelesaian skripsi. Sebuah tips yang disampaikan dalam diskusi dengan ibu dekan adalah, mencintai hal yang dikerjakan. Mahasiswa perlu memperlakukan skripsi yang adalah tugas akhir di jenjang sarjana ini sebagai suatu Master piece, suatu mahakarya, sehingga mahasiswa memiliki motivasi yang kuat untuk mengerjakan skripsi ini dengan sebaik mungkin. (ENES)

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM