Pilih Laman
Serunya Talkshow Film “3”, Penonton Membludak!

6 Oktober 2015

Oleh: Admin Pusat

Sebagai salah satu bentuk dukungan kepada perkembangan industri film tanah air, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKom) bersama Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNTAR mendukung penuh penyelenggaraan Roadshow dan Talkshow Film “3” yang diselenggarakan oleh Yayasan Tarumanagara dan Tarumanagara Knowledge Centre (TKC). Film yang mengambil genre drama dan laga tersebut baru tayang di layar lebar tanah air sejak 1 Oktober 2015. Universitas Tarumanagara mendapat kesempatan menjadi salah satu kampus tempat Roadshow dan Talkshow film yang disebut-sebut akan melampaui kesuksesan film “The Raid”. Talkshow Film “3” yang diadakan tanggal 5 Oktober 2015 pukul 13.00 ini bertempat di Auditorium Gedung Utama lantai 3 Universitas Tarumanagara dan mendapat perhatian yang luar biasa dari audiens, khususnya yang merupakan mahasiswa UNTAR. Acara yang dibuka oleh MC yang memberikan sapaan hangat kepada seluruh pihak yang terlibat, lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari perwakilan Yayasan Universitas Tarumanagara. Menariknya, acara ini ternyata tidak hanya berisikan talkshow, tapi juga ada penampilan silat dari perguruan Panglipur juga penampilan bela diri Jiujitsu dari mahasiswi Fikom Untar. Tidak berhenti di situ, dua mahasiswi atlet Jiujitsu, yakni Esther dan Margy berkesempatan sparring, bertarung satu lawan satu dengan salah satu pemain film tersebut.
Sesuai dengan judulnya, acara ini menghadirkan para bintang tamu spesial yaitu sutradara, produser serta jajaran pemain utama film tersebut. Arie Untung selaku produser, Anggy Umbara selaku sutradara, Cornelio Sunny sebagai aktor utama yang berperan sebagai Alif serta Tanta Ginting sebagai aktor yang juga lawan main Alif memanfaatkan waktu tatap muka dengan mahasiswa-mahasiswi UNTAR untuk berbagi pengalaman dan insight terkait pembuatan film tersebut. Selama acara berlangsung, Ita Sembiring memandu jalannya talkshow dengan apik dan komunikatif. Anggy Umbara menceritakan sedikit tentang film ini, khususnya tema sisi sosial politik yang melibatkan motif agama, persahabatan yang diangkat di dalamnya. Arie sebagai produser film juga menambahkan bahwa film “3: ini menggunakan latar berlakang Jakarta pada tahun 2036. Ini semua karena Arie ingin untuk menampilkan sebuah film yang baru dan modern.“ Ini film yang sangat Jakarta, di masa depan, tapi tetap dikemas dengan konsep yang modern dan go international,” jelas suami dari Fernita Arie itu. Film “3” ini juga dibuat untuk memajukan dunia perfilman di Indonesia supaya tidak kalah dengan film produksi luar negeri yang lebih maju. Tanta Ginting, yang sangat mendukung di belakang layar menjadi lawan main dari Alif, juga menceritakan tentang film ini secara singkat dan juga menyampaikan bahwa film-film seperti inilah yang membutuhkan dukungan supaya film-film di Indonesia juga bisa lebih bermutu yang tidak kalah bersaing dengan dunia luar.
Di sesi tanya jawab, para peserta yang hadir membludak memenuhi auditorium sangat antusias bertanya. Salah satu pertanyaan yang menarik dari peserta talkshow adalah mengenai kesulitan yang terjadi pada pembuatan film 3 ini dan yang memakan waktu paling banyak, mengingat banyaknya adegan fighting dalam pembuatan film tersebut. ”Sebenarnya adegan shootingnya hanya sebentar, sekitar beberapa bulan, tapi yang menjadi kendala utama itu dalam proses editing-nya yang sangat lama, bahkan sebenarnya kita merasa waktu kami kurang dalam pengemasan Film ini. Padahal seharusnya bisa lebih maksimal,” jawab Anggy dan juga Arie. Meski demikian, sejak penayangannya di layar lebar, film ini terus menjadi buah bibir di tengah masyarakat dan digadang-gadang akan menjadi salah satu primadona di bioskop-bioskop tanah air. Maju terus perfilman tanah air Indonesia! (CN)