Pilih Laman
Pembuatan Film Dokumenter Kehidupan Masyarakat Desa Karang Patih

7 April 2015

Oleh: Admin Pusat

Desa Karang Patih, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo yang dikelilingi oleh tiga gunung yaitu Gunung Guwo, Lambung dan Gunung Rajeg Wesi, selalu mengalami kesulitan air ini. Hal ini dikarenakan hutan jati milik Perhutani yang menutupi ketiga gunung itu ditebang pada tahun 1965. Hutan tanaman keras digantikan palawija, seperti sayur dan jagung membuat air hujan mengalir turun sia sia. Tidak ada lagi pohon yang bisa menahan air lagi. Sebagian besar warga Desa Karang Patih bekerja sebagai buruh tani dan secara ekonomi masih tertinggal. Hidup dibawah garis kemiskinan menjadikan masyarakat desa kekurangan gizi dan banyak mengelami keterbelakangan mental. Oleh karena itu, desa ini perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Oleh sebab itu FIKom UNTAR merasa perlu untuk melakukan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dengan cara membuat film dokumentasi mengenai kehidupan masyarakat di Desa Karang Patih, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, dengan adanya film dokumenter tersebut maka dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang bagaimana situasi masyarakat di Desa Karang Patih.

Oleh karena itu Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKom) Universitas Tarumanagara Jakarta (UNTAR) berencana untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melalui cara pembuatan sebuah film documenter, dengan tema: Pembuatan Film Dokumenter Kehidupan Masyarakat Desa Karang Patih di Desa Karang Patih, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yang akan melibatkan dosen dilingkungan FIKom Untar.

Film merupakan upaya yang sangat efektif untuk mendokumentasikan sisi kehidupan masyarakat. Kalangan antropologi menggunakan film sebagai salah satu metode penelitian etnografis. Jadi antrolog yang melakukan penelitian pada sebuah kelompok budaya di masyarakat membuat sebuah film, misalnya film dokumentasi masyarakat suku Asmat di Papua atau film dokumentasi tentang suku Badui di Banten. Sebab apabila bila hanya melakukan penelitian deskriptif, maka tidak semua aspek kehidupan sebuah suku bangsa atau sub kultur dapat digambarkan.

Melalui pembuatan film documenter, maka suasana batin masyarakat dan seluruh aspek kehidupan yang menyertai suku bangsa atau sub kultur dapat ditangkap dengan lebih komprehensif. Selain itu, kelebihan dari sebuah film documenter adalah sifatnya yang tak lekang dimakan waktu karena kopi film tersebut dapat diperbanyak dan kemudian dapat desiminasikan kepada khalayak yang lebih luas. Selain itu juga, film documenter dapat lebih menyentuh hati nurani masyarakat yang menyaksikan film tersebut.

Melalui kegiatan pembuatan film documenter ini, diharapkan masyarakat luas dapat terketuk hati nuraninya dan kemudian bersama-sama memikirkan cara yang terbaik untuk membantu masyarakat di Desa Karang Patih.

Berita terbaru

Agenda

17 Nov KBGI XIII
17 Nov Seminar Humaniora
24 Nov ICEBM