Latar belakang pembentukan Program Pascasarjana Universitas Tarumanagara pada tahun 1992 didasarkan pada besarnya permintaan pasar akan kebutuhan lulusan Strata Dua. Permintaan ini mendapatkan sambutan yang sangat baik mengingat Universitas Tarumanagara telah menghasilkan ribuan lulusan Sarjana Strata Satu yang berkualitas serta telah memiliki dosen-dosen yang berkualitas terutama di Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, dan Fakultas Hukum. Untuk itu pada tahun 1992 dibuka Program Strata Dua Ilmu Hukum, dan pada tahun 1993 dibuka Program Strata Dua Manajemen dan Strata Dua Teknik Sipil.

Mengingat permintaan pasar untuk keperluan Doktor Teknik serta didukung oleh dosen-dosen Teknik yang sangat berkualitas dan berpotensi, maka pada tahun 2001 dibuka Program Doktor Ilmu Teknik Sipil. Pada tahun 2004 sejalan dengan perkembangan yang pesat, maka Program Pascasarjana membuka Program Strata Dua Perencanaan Wilayah dan Kota.

Kurikulum di seluruh Program Studi Program Pascasarjana telah dirancang seringkas dan seefisien mungkin tanpa meninggalkan kekuatan mutu dari setiap materi bahasannya, serta dirancang sesuai dengan perkembangan di bidangnya masing-masing. Kelebihan lainnya adalah sistem penyelenggaraan pendidikan di Program Pascasarjana dilaksanakan secara cepat yaitu minimal antara 16 bulan untuk menyelesaikan pendidikan Strata Dua dengan jumlah sks minimal 36 sks 

Setiap mata kuliah diasuh oleh dosen-dosen yang berkualitas dan perkuliahan diselenggarakan dengan cara tatap muka maupun diskusi dengan waktu perkuliahan sore hari dan hari Sabtu pagi.

Seluruh program studi di Program Pascasarjana telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan peringkat A untuk Program Studi Magister Teknik Sipil, Peringkat B untuk Program Studi Magister Manajemen, Program Studi  Perencanaan Wilayah dan Kota dan Program Doktor Ilmu Teknik Sipil.

Peserta kuliah di Program Pascasarjana sebagian besar berasal dari kalangan eksekutif dan manajer perusahaan baik swasta maupun pemerintah, sehingga dapat menjadi suatu sarana yang baik bagi mahasiswa yang belum bekerja untuk mendapatkan pengalaman praktis dari lapangan bahkan mendapatkan pekerjaan dari rekan kuliahnya.