Pada tahun 1959, berdirinya Yayasan Tarumanagara pada 18 Juni 1959. Berdirinya Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara, Jurusan Ekonomi Perusahaan, sebagai cikal bakal Universitas Tarumanagara.

Pada tahun 1962, Berdirinya Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur pada 1 Oktober 1962. Kemudian sekolah ini menjadi Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur. Dan kini merupakan salah satu Jurusan Teknik Arsitektur Swasta tertua di Indonesia. Berdirinya Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Bahasa Inggris. Kemudian fakultas – fakultas itu membentuk Universitas Tarumanagara

Tahun 1965, sejalan dengan komitmen pendirian Yayasan Tarumanagara yang bergerak pada bidang pendidikan dan kesehatan, didirikanlah Fakultas Kedokteran pada 1 Oktober 1965
 
Tahun 1966, gejolak politik terkait G-30-S/PKI membuat perkuliahan tidak berjalan lancar. Fakultas Bahasa Inggris terpaksa ditutup dan mahasiswanya disalurkan ke Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Pada tahun 1967 merupakan awal kebangkitan kembali UNTAR. Saat itu diresmikan penggunaan kampus Jalan S. Parman dengan upacara yang cukup meriah pada waktu itu. Peresmian itu dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Bapak Dr. R. Soewondo, yang kemudian pada tahun 1974 menjabat sebagai Ketua Yayasan Tarumanagara

In 1992, it officially opened the Masters Program on October 1, 1992. In 1994, UNTAR opened the Faculty of Psychology and the Faculty of Art and Design. In 2002, the founding of the Faculty of Information Technology. In 2006, the establishment of the Faculty of Communication Sciences. In 2007, the inauguration of the UNTAR Main Building with an area of ​​31,632 square meters. In 2009, the Executive Lounge Tarumanagara Knowledge Center (TKC) was opened . In 2013, opened the Architectural Engineering Masters Program
 
 
Rektor Universitas Tarumanagara: