Bangun Belitung, Untar Mendukung G20
Selasa, 28 Desember 2021

"Pertumbuhan yang inklusif, yang people centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan, menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia di G20.  Komitmen Indonesia secara konkrit, salah satunya akan ditunjukkan dengan merestorasi hutan mangrove. Pohon bakau tertua di dunia (lebih dari 750 tahun) ada di hutan bakau Selat Nasik Belitung. Membangun SDM di seluruh pelosok merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan inovasi baru. Kemerdekaan dalam belajar dan membangun SDM memberi manfaat dan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Belitung. Hal ini ditunjukkan dengan keberpihakan Untar membangun kabupaten kota yang memiliki tantangan berat karena pandemi," ujar Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, S.Sn, M.Si. saat menjadi keynote speaker dalam acara Seri Seminar Nasional (SERINA), pada Selasa (28/21).

Melalui kesempatan yang sama, Alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain Untar ini menyampaikan bahwa, “Program penelitian dan pengabdian masyarakat yang Untar adakan sangat adaptif dan sesuai dengan kebutuhan jaman. Sudah waktunya produk UMKM daerah naik kelas dengan peningkatan kualitas. Di masa pandemi saat ini, walau wisatawan belum bisa berkunjung ke Belitung, maka produk kami yang harus bisa berkunjung ke rumah mereka. Melalui kolaborasi dan bantuan dari Untar, kami harap dapat meningkatkan  tingkat kesejahteraan SDM, mindset dan mental SDM terbuka lebih kreatif, inovatif, dan mampu mengimplementasikan teknologi dan kearifan lokal untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Bangka Belitung.”

Dalam rangka mendongkrak implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Untar bersama Kemendikbud Ristek menggelar seminar yang banyak mengulas Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis Hasil Penelitian di Perguruan Tinggi Swasta. Implementasi MBKM Untar yang dilakukan di Kabupaten Belitung dipimpin oleh para dosen dengan melibatkan para mahasiswa.

“Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memfasilitasi penelitian dampak MBKM terhadap PTS, memfasilitasi PKM berdasarkan hasil penelitian PTS serta meningkatkan peran perguruan tinggi kepada masyarakat di tingkat pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” jelas Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ir. Jap Tji Beng, MMSI., Ph.D. Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi basis dari kegiatan-kegiatan selanjutnya.

“Kegiatan-kegiatan MBKM dilakukan secara berkelanjutan, membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.  Kita punya tanggung jawab besar untuk menyelesaikan tugas pelayanan sebagai dosen di lembaga pendidikan tinggi. Dengan dana yang dipercayakan, harus menghasilkan peningkatan kemampuan dosen, serta perguruan tinggi dalam menghasilkan berbagai karya penelitian dan pengabdian masyarakat yang implementatif. Melalui penelitian, karya dosen dan mahasiswa dapat dirasakan oleh masyarakat serta mendukung mahasiswa dalam mendapat pekerjaan yang layak setelah lulus dari perguruan tinggi,” ucap Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU, ASEAN Eng. yang sekaligus secara resmi membuka acara. 

Melalui pemaparan hasil penelitian Ketua Tim Pengusul Penelitian, Sri Tiatri, Ph.D. Psikolog dengan judul penelitiannya, “Dampak Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Tarumanagara”, “Survey kuesioner dan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek yang dilakukan,  memberikan hasil bagaimana pemahaman implementasi MBKM di PTS oleh Dosen, Tendik, dan Mahasiswa. Hasil yang diperoleh adalah 52,35% Dosen, 47,79% Tendik dan 46% Mahasiswa Untar sebagian besar telah memahami kebijakan MBKM.” 

Meneliti terkait “Dampak Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Tingkat Fakultas”, Dr. Riris Loisa. M.Si. menjelaskan bahwa sebelum penerapan MBKM pada fakultas, terdapat identifikasi kegiatan di prodi hingga prodi yang sejalan dengan MBKM serta adanya penyesuaian kegiatan dengan program MBKM (tata cara/aturan, SKS besar dan sebagainya). “Di akhir penerapan perlu adanya evaluasi untuk mengukur kinerja fakultas dan kepuasan pemangku kepentingan yang disampaikan pihak luar mengenai akreditasi.” 

Sedangkan menurut Desi Arisandi, S.Kom., M.T.I. yang diwakili Maitri Widya Mutiara, S.Ds., M.M., penelitian berjudul “Dampak Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Magang dan Studi Independen dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa”, dinyatakan bahwa implementasi kegiatan magang dapat meningkatkan hard skill maupun soft skill para mahasiswa.“

Hasil kegiatan Program PKM yang dilakukan Ketua Tim Pengusul Mei Ie, S.E., M.M. melalui kegiatan berjudul “Program Pendampingan UMKM sebagai Upaya Mendukung Sustainable Tourism di Belitung”, Dr. Fransisca Iriani R. Dewi, M.Si. dengan judul “Pengembangan Resiliensi Remaja di Sekolah Menengah Atas di Era Industri 4.0”, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, IPU, ASEAN Eng. berjudul “Pengenalan Potensi Serat Alam sebagai Bahan Kompos untuk Menghasilkan Produk Ramah Lingkungan, serta terakhir dipaparkan oleh Ir. Tjap Tji Beng, MMSI., Ph.D. dengan penelitiannya yang berjudul, “Pendampingan bagi Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEEM) menggunakan Internet of Things (IoT)”. -SA-

-JS-

28 Desember 2021, PKM, LIT, KS.

 

 

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018