Menyesuaikan Diri dengan Metafora PKM 
Jumat, 27 Agustus 2021

Guna memfasilitasi dosen terhadap perkembangan terbaru di bidang penelitian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untar mengadakan Workshop Penyusunan Proposal dan Luaran PKM pada 26-27 Agustus 2021. Kegiatan ini bertujuan mendorong kembali semangat sivitas akademika Untar untuk membuat karya penelitian agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ir. Jap Tji Beng, Ph. D., menyampaikan bahwa, "Pentingnya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terlihat dari butir-butir pemeringkatan suatu institusi, terlihat dari beberapa tahun lalu bahwa bobot PKM dan luaran menghasilkan peningkatan dari persentase yang ada. Dengan demikian diperlukan bantuan para dosen untuk aktif membuat karya menyesuaikan dengan kondisi Indonesia serta kekuatan dan ciri khas Untar.”

Rektor Untar, Prof. Ir. Dr. Agustinus Purna Irawan dalam pembukaannya mengajak para Dosen Untar untuk bergerak bersama membuat karya. "Kinerja perguruan tinggi dilihat dari 8 Indeks Kinerja Utama (IKU), salah satunya adalah karya dosen bersama mahasiswa yang dapat dirasakan manfaat oleh masyarakat luas. Oleh karenanya sebagai dosen, hasilkan karya bukan hanya untuk kepentingan individu tetapi bersama, misalnya menghasilkan berbagai publikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan melibatkan mahasiswa menjalin kolaborasi," paparnya.

Dr. Untung Santoso, M.Si., menyampaikan bahwa, "Titik tumpu workshop ini adalah metafora PKM yaitu dengan adanya perubahan dan revisi kegiatan pengabdian PKM harus didongkrak kembali. Memang betul setiap pengabdian membutuhkan mitra agar secara real permasalahannya dapat diatasi, maka dari itu kondisi pandemi saat ini harus  dijadikan peluang oleh Untar untuk memunculkan suatu karya. Sebisa mungkin karya tersebut tidak berhenti sampai pada paper tetapi implementasikan dengan suatu program kedepannya."

Disampaikannya juga bahwa, "Mitra dan kondisi mitra haruslah dianalisis dengan tajam, solusi dan anggaran haruslah sesuai dengan permasalahan yang ada. Sebagai dosen haruslah memiliki kecermatan untuk menganalisis agar dapat menghasilkan proposal yang memikat dan bermanfaat.”-SA-

-JS-

27 Agustus 2021, PKM, KS.

 

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018