Adaptasi dan Kolaborasi Bisnis untuk Bertahan
Kamis, 27 Mei 2021

Dunia belum lepas dari pandemi Covid-19, beberapa negara justru dikonfirmasi akan mengalami gelombang kedua pandemi. Wabah virus Corona memang belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir. Sudah seharusnya kita memiliki ide dan mencari penghasilan lain yang bisa dikerjakan dari rumah dengan modal yang tidak terlalu besar dan fleksibel untuk menjaga kondisi perekonomian agar tetap stabil. Untuk memulai peluang usaha rumahan seperti sekarang ini, yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan bakat dan minat untuk membuat sesuatu sehingga diminati atau dibutuhkan orang lain.

Dengan memanfaatkan platform daring, Program Studi S1 Manajemen Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untar menyelenggarakan Webinar Entrepreneur Week ke-16 dengan tema "Adapting Business in Long Pandemic" dengan menghadirkan CEO & Founder PT. Ucoach Djivasrana Grahasada Gendro Salim sebagai narasumber dan 47 tim pemilik usaha yang terlibat dalam Entrepreneur Week, Kamis (27/05).

Dekan FEB Untar, Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A. melalui sambutannya menyampaikan, "Entrepreneur Week ke-16 ini bukanlah hal mudah untuk dilaksanakan khususnya di masa pandemi. Bersyukur juga karena di masa pandemi saat ini, setiap kita masih bisa menghasilkan karya-karya yang luar biasa dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang sudah bersedia memberikan sharing terkait pembuatan bisnis serta cara untuk merealisasikannya dan terimakasih untuk setiap dosen pembimbing, dan juga mahasiswa karena tidak pernah lelah untuk berinovasi dalam pembuatan karya. Diharapkan melalui webinar ini, karya yang sudah dihasilkan dapat direalisasikan di kemudian hari".

Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menyampaikan bahwa, "Berwirausaha merupakan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua kalangan, namun dalam berwirausaha kita tidak bisa sendiri membangunnya, butuh bantuan orang lain untuk menopang setiap bagian di dalamnya. Selain untuk mahasiswa, Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga mendorong dosen untuk berwirausaha. Setiap dosen dapat berkolaborasi dengan mahasiswa menciptakan karya yang luar biasa. Oleh karenanya, penting bagi semua pihak untuk melakukan kolaborasi dan meningkatkan kerja sama, misalnya antar fakultas maupun program studi serta dengan para mitra yang ada," jelasnya.

CEO & Founder PT. Ucoach Djivasrana Grahasada Gendro Salim dalam materinya menyampaikan bahwa, "Untuk memasuki dunia digitalisasi saat ini, setiap pembuat usaha khususnya mahasiswa yang baru akan memulai harus memperhatikan beberapa hal diantaranya understanding pivoting, rebudgeting, digitalization & technologies, dan collaboration. Dimulai dari tahun 2020 hingga 2021, dunia bisnis memiliki disrupsi yang sama yaitu bagaimana mengubah perilaku konsumen mengikuti alur bisnis yang kita miliki. Dunia saat ini berubah sangat cepat dan hal ini mempengaruhi perkembangan bisnis, sehingga setiap owner memerlukan visi yang kuat serta memahami VUCA bisnis yaitu volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Dan dalam memasuki market baru, kita memerlukan kolaborasi di dalamnya. Kolaborasi adalah salah satu teknik marketing paling efektif dalam brand. Strategi kolaborasi antar media bisnis akan sangat berguna untuk menerjang kondisi krisis akibat pandemi," jelasnya.

Diharapkan melalui kegiatan ini setiap calon pengusaha muda khususnya mahasiswa Untar mendapatkan arahan serta hal penting yang harus diperhatikan untuk mengembangkan bisnis di masa pandemi saat ini dan masa mendatang. -SS-

-JS-

27 Mei 2021, KS, PKM.

 

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018