Cegah Covid-19 dengan Prebiotik dan Probiotik
Minggu, 21 Maret 2021

Fakultas Kedokteran (FK) Untar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Keluarga Besar Medis Buddhis Indonesia (KBMBI) mengadakan Webinar Series FK ke-17 yang berjudul “Prebiotik atau Probiotik dan Covid-19, Apakah Ada Hubungan?” secara daring, Minggu (21/3). Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam pencegahan Covid-19 dengan mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik atau probiotik.

Memulai presentasinya, dr. Idawati Karjadidjaja MS. SpGK., memaparkan bahwa konsumsi prebiotik dan probiotik yang benar, dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh. “Konsumsi yang tepat dapat mengembangkan koloni bakteri baik di usus, menguatkan Host-Gut Barrier, meningkatkan fungsi GALT (Gut Associated Lymphoid Tissue), sekresi peptide antimikroba, dan mempercepat produksi sitokin,” paparnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa komposisi mikrobiota pada tubuh sangat berpengaruh terhadap respon imun untuk melawan virus. “Mikrobiota usus memainkan peran penting pada Covid-19. Mikrobiota yang sehat akan membantu tubuh untuk melawan virus yang masuk dan proses penyembuhan infeksi dengan cepat, serta respon imun menjadi efektif. Jika jumlah bakteri jahat lebih banyak dari bakteri bermanfaat (dysbiosis), maka dapat terjadi respon imun yang gagal yang mengakibatkan pelepasan sitokin yang berlebihan, disfungsi organ tubuh, bahkan kematian,” ujarnya.

Melalui presentasinya, dr. Fransiscus Chandra menjelaskan bahwa tidak semua probiotik memberikan efek kesehatan yang sama. “Ada 3 probiotik yang dapat memberi manfaat kesehatan, yaitu probiotik tidak spesifik, probiotik spesifik spesies, dan probiotik spesifik strain. Probiotik spesifik strain dapat dipertimbangkan penggunaannya, karena mendorong modulasi imun dan produksi sitokin dengan tepat, serta memberi efek pada sistem endokrin dan saraf,” katanya.

Beliau juga menjelaskan bahwa pemberian probiotik dapat berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. “Pemberian probiotik dapat memberikan efek Antiviral dan Anti-inflamasi. Efek Antiviral adalah efek dari pemberian probiotik yang mampu mengurangi insiden saluran pernapasan oleh virus. Efek Anti-inflamasi adalah efek yang mengurang terjadinya pneumonia. Pemberian synbiotic formula baru pada pasien Covid-19 juga memperlihatkan percepatan pemulihan gejala-gejala klinis, penurunan marker sitokin proinflamasi, peningkatan bakteri yang menguntungkan di saluran pencernaan, dan profil keamanan yang baik,”ujarnya.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yan g dipandu oleh dr. Lie Man, mengenai berbagai hal mendalam tentang penggunaan prebiotik dan probiotik yang tepat dalam penegahan dan penanganan Covid-19. -AS-

-JS- 

21 Maret 2021, PKM, KS.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018