Tepat Memilih Sekolah di Masa Pandemi
Sabtu, 20 Februari 2021

Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menjadi narasumber dalam Webinar “Tepat Memilih Sekolah Di Masa Pandemi” bersama dengan SMP Santo Yosef Surabaya yang disiarkan daring, pada Sabtu (20/1).

Acara dihadiri 250 peserta beserta dengan jajaran guru SMP St. Santo Yosef dibuka oleh Kepala Sekolah Ibu Margaretha Ilin, S.Pd., M.Si. “Acara ini sungguh menarik dan ditujukan bagi orang tua dan siswa agar bersama dapat bersinergi memantapkan langkah untuk bertahan, bergerak serta memiliki orientasi hidup sebagai anak bangsa,” ucapnya. Ia juga berterimakasih kepada Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan selaku Rektor Untar yang juga Pengurus Yayasan Tarakanita, menjadi narasumber webinar kali ini. 

Rektor berharap webinar ini dapat membantu orang tua mendapatkan sesuatu sehingga dapat memilih sekolah bersama putra/putri nya dengan tepat. Beliau juga menjelaskan bahwa pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. Bila pendidikan keluarga sudah berjalan baik maka pendidikan formal adalah layer kedua yang dapat mendukung keberhasilan anak-anak, karena anak-anak harus memiliki pondasi yang kuat dari keluarga untuk  bisa masuk ke pendidikan formal. Kemampuan, keterampilan serta attitude harus dimiliki anak, maka pilihlah sekolah  yang dapat mengembangkan ketiganya.

Rektor juga memaparkan bahwa terdapat 11 faktor  penting bagi orang tua dalam memilih sekolah pendidikan formal, “Reputasi Sekolah, Guru dan Laboran, Program Pembelajaran, Fasilitas Pembelajaran, Program kesiswaan, Layanan Administrasi, Suasana Akademik, Biaya Sekolah, Terobosan Pembelajaran di masa pandemi, keberlanjutan di masa depan serta kepercayaan juga keyakinan. Ketika anak memimpikan atau memiliki cita-cita maka jangan selalu didorong dengan kata-kata harus. Namun bawalah mereka kepada kegiatan yang mengarah pada hal impian mereka sehingga anak dapat menumbuhkan keinginannya sendiri, karena semua dasarnya ada pada anak. Anak harus dapat mengkonstruksikan keilmuan di otaknya agar ketika diperlukan, ingatan tersebut akan keluar dengan sendirinya. Inilah cara yang perlu diberikan kepada anak yaitu dapat berbagi, membaca, mengamati juga mengolah,” pungkasnya. -SA-

-JS-

20 Februari 2021, PKM, KS.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018