Pendidikan Konstruksi dan Relevansinya di Industri Konstruksi Indonesia
Kamis, 15 Oktober 2020

Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Kontruksi yang mengangkat tema “Pendidikan Konstruksi di Indonesia dan Relevansinya dengan Perkembangan Industri Konstruksi” yang dilaksanakan Universitas Esa Unggul, pada Kamis (15/10). 
Acara ini merupakan seminar kosntruksi terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia mengingat dihadiri ribuan peserta dari akademisi, profesional hingga masyarakat umum. Turut hadir menjadi keynote speaker Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan RI Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng dan Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA, IPU. Selain pembicara utama, sebagai pembicara lain adalah Dekan FT Universitas Diponegoro Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM, M.Sc., Ph.D, Kaprodi Program Magister Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan Prof. Dr.Manlian Ronald A. Simanjuntak, S.T., M.T., Ketua Umum Persatuan Insiyur Indonesia (PII) Dr. Ir. Heru Dewanto, S.T., M.Sc., (Eng)., IPU., ASEAN ENg.,Kepala Badan Nasional Profesi (BNSP) Kunjung Masehat S.H, M.H., dan Direktur Utama Waskita Karya Ir. Destiawan Soewardjono M.M. 
Dalam sambutannya Direktorat Jendral Sumber Daya Kemendikbud, Dr. Sofwan Eeffendy mengapresiasi acara yang digelar, “Kita patut mengapresiasi karena acara ini memberikan pencerahan kepada masyarakat, di tengah masa-masa yang tidak menentu saat ini, terutama di bidang konstruksi, penting sekali Perguruan Tinggi hadir membahas  tantangan ke depan, agar menghasilkan sejumlah solusi yang bermanfaat,” ucapnya.
Rektor Untar dalam paparannya yang berjudul Sinergi Membangun Pendidikan Kosntruksi di Indonesia menyatakan bahwa kolaborasi sangat penting. Implementasi kolaborasi tidak hanya di tataran konseptual semata, tapi dalam proyek nyata, baik dari pengelola Pendidikan tinggi, swasta atau industri dan pemerintah. 
-SW-

-JS-

15 Oktober 2020, PKM, KS.

 

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018