Seminar Pola Asuh Anak selama Pembelajaran Jarak Jauh
Sabtu, 24 Oktober 2020

Rektor Untar Prof.Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan hadir sebagai narasumber dalam acara seminar daring Yayasan Tarakanita bertajuk Mengelola Stres & Menciptakan Pola Asuh Anak di Masa Pembelajaran Jarak Jauh. Acara yang disiarkan live di akun Youtube Live SMP Youtube Tarakanita 2 Jakarta dilaksanakan pada 24 Oktober 2020 melalui aplikasi meeting daring.

Dalam pemaparannya, Rektor menekankan bahwa perubahan untuk diusahakan makin baik setiap hari. Yang bisa bertahan dalam perubahan adalah bukan yg paling kuat atau hebat tapi adalah yg paling responsif dan mau berubah, mau melihat peluang dan menciptakan peluang. Karena itulah penting menjadi kreatif, inovatif, memiliki keyakinan dan kemauan. Dalam pandemi ini perlu adanya perubahan melalui transisi, tidak hanya anak-anak yang berubah tapi orang tua dan guru juga harus turut berubah.

Menurutnya ada tiga hal harus dilakukan guru dalam pembelajaran jarak jauh, yakni mampu berpikir strategis, memvariasikan pendekatan untuk menghadapi emosi dengan orang lain serta mampu berpikir optimis.

“Dalam perubahan kita sebagai pemimpin harus berusaha mengadakan belajar yang efektif, menjadi inspirator, pengembangan staf dan mitra, menjadi pemimpin team dan pemandu perubahan serta mengelola pemangku kepentingan. Orang tua juga harus mengenali pola belajar anak supaya bisa mendukung dengan cara yang tepat,” jelasnya

Mengenai pola asuh anak di masa pandemi, Rektor berkata bahwa sebagai orang tua harus menggunakan kelembutan, kegembiraan, ketangguhan, serta penting untuk punya mentalitas dan daya juang yang pantang menyerah. Selain itu, yang harus diperkuat oleh orang tua dan keluarga adalah mendampingi, memberikan kepercayaan dan kebebasasn untuk anak menentukan pilihan, mengajarkan tanggung jawab, memberikan dorongan untuk maju, memberikan keteladanan, mengusulkan solusi dalam mengatasi pemasalahan dan membangun komunikasi yang menyenangkan. Terakkhir, berikan apresiasi supaya anak semangat menghasilkan prestasi yang baru.

“Keluarga menjadi pendidikan pertama dan utama. Di tegah keterbatasan butuh adanya kesungguhan yang mendalam, kokoh, kuat dan menyentuh nurani dimulai dari hal-hal kecil sederhana seperti belajar bersama, bercerita bersama, doa bersama sehingga bisa menciptakan orang yang bersyukur, rendah hari, terbuka, empati dan melayani yang pada khususnya menjadi bahagia dan sejahtera,” kata Rektor menambahkan.

Suster Giovanni CB di penghujung acara mengucapkan terima kasih untuk kesempatan, waktu dan kasihnya kepada Prof. Agustinus yang bersedia menjadi narasumber.

“Kami menpadatkan peneguhan, pencerahan lewat apa yang disampaikan. Apa yang tadi disampaikan, sungguh membuat kami bersyukur karena dibukakan pikiran dan hati bahwa sebagai orang tua kita hanya dititipi sehingga kami diajarkan bertanggung jawab dan mencintai juga menghargai anak apa adanya. Hiduo ini semakin berbuah, khususnya di masa pandemi dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Semoga pada akhirnya boleh mengatakan bahwa bahagia itu sederhana,” katanya. -SW-

-JS-

24 Oktober 2020, KS, PKM.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018