Budaya Pemersatu Antarbangsa
Rabu, 04 November 2020

Fakultas Seni Rupa dan Design Untar bekerjasama dengan Fakulti Seni Lukis & Seni Reka Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia mengadakan webinar international bertajuk “The First International Webinar Series 2020: Art & Design Cultural Sustainability Synergy Through Indo-Malay Folklore”, Rabu (4/11). Webinar Series yang didahului dengan penandatanganan MoA oleh Dekan FSRD Untar Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum. dan Dean Faculty of Art and Design Prof. Ts. Dr. Ruslan Abd Rahim ini dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, Deputy Vice Chancellor (Academic & International) Prof. Ts. Dr. Hj. Mohamad Kamal Hj. Harun, serta delegasi dari kedua belah pihak secara virtual melalui aplikasi daring.
Pada sambutannya Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menyampaikan “Kehadiran UiTM menambah deretan perguruan tinggi luar negeri yang bekerja sama dengan Untar. Dengan penandatangan ini semoga akan ada implementasi dalam berbagai kegiatan yang dapat membangun reputasi kedua belah pihak.”
Dekan FSRD Untar Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum. menjelaskan bahwa kerjasama antara FSRD Untar dan UiTM Malaysia telah berlangsung sejak 2018 hingga saat ini meliputi berbagai seminar dan exhibition yang terselenggara sebelumnya. “Harapannya dengan adanya kesepakatan bersama ini dapat mempererat hubungan kedua universitas yang dapat ditingkatkan ke berbagai bidang lainnya.”
Dean Faculty of Art and Design Prof. Ts. Dr. Ruslan Abd Rahim menyampaikan, terlepas dengan berbagai hambatan akitan pandemic Covid-19 kedua institusi dapat tetap bergerak maju melalui kerjasama antara lain mengadakan webinar series karena memiliki tujuan yang sama. ”Saya bersyukur kepada seluruh rekan yang telah berhasil mewujudkan acara ini, saya sungguh merasakan energi yang positif. Melalui kegiatan ini kita dapat bertukar ide dan saya yakin akan menjadi langkah baik untuk kerjasama kedua pihak dan dapat berkembang lebih baik lagi.
Webinar series pertama ini menghadirkan Rektor UiTM Selanggor Malaysia Prof. Dato Dr. Abu Bakar Abdul Majeed, Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan dan Nik Nor Azida Nik Aziz serta Mariati, S.Ds., M.Si. sebagai  moderator.
Dalam pemaparannya Prof. Dato Dr. Abu Bakar Abdul Majeed mengungkapkan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki banyak persamaan budaya dan legenda misalkan cerita rakyat tentang Bawang Merah dan Bawang Putih yang sempat diangkat menjadi serial televisi di Indonesia dan juga booming di Malaysia. “Kesamaan cerita rakyat dari kedua negara ini dapat menjaga kelestarian budaya demi pembangunan masyarakat. Sejarah telah memunculkan suatu kesamaan yang kuat antara Malaysia dan Indonesia dalam cerita-cerita rakyat.”
Membahas seputar Implementasi Nilai Luhur Budaya dalam Kehidupan yang Majemuk, Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan menegaskan bahwa di Untar mahasiswa diajarkan untuk mengimplementasikan budaya dalam kehidupan sehari-hari untuk Kebhinnekaan dan cinta tanah air untuk saling menghargai satu dengan yang lain, walau beda budaya namun disaat yang bersamaan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. “Makin berbudaya maka kita makin memiliki empati dengan sesama, salah satunya berbagi dengan sesama, misalkan kegiatan bakti sosial berbagi ilmu kepada masyarakat.”
-JS-

-JS-

4 November 2020, KS, PKM.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018