Kenali Lebih Dalam Dunia Graphic Designer
Jumat, 02 Oktober 2020

Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak menghalangi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Untar mengadakan rangkaian Homecoming: Reconnecting seri pertama dari Visual Communication Design Webinar: The Importance of Creativity in Design. Menghadirkan para alumni FSRD Untar yang telah terjun ke dunia profesional sebagai freelancer graphic designer, Jessica Leonardjaya dan Graphic Designer at HIF Creative Debbie Salbrenda, pada Jumat (2/10). 


“Dengan adanya acara Homecoming ini semoga  bermanfaat bagi para mahasiswa karena dapat menimba ilmu dari praktisi lulusan FSRD Untar. Terima kasih kepada Jessica dan Debbie yang telah bersedia sharing, kami merasa bersyukur dan bangga kepada kalian,” ujar Dekan FSRD Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum. saat membuka acara yang didampingi Kaprodi DKV Edy Chandra, S.Sn., M.I.Kom. 


Kepada ratusan mahasiswa FSRD Jessica berbagi proyek akhirnya untuk kelulusannya yaitu membuat sebuah buku yang bertujuan untuk memperkenalkan soto tradisional Indonesia. “Supaya tidak membosankan saya membuat buku ini dalam bentuk ilustrasi termasuk sejarah yang menurut saya hal ini menarik karena dapat memperkenalkan berbagai jenis soto lokal dengan elemen berbeda.”

Ada satu kutipan dari seorang seniman yang menjelaskan bahwa kreativitas adalah menciptakan sesuatu, bereksperimen dan mengambil risiko selagi membuat kesalahan dan bersenang-senang. “Kreatif dalam ranah seorang  Graphic Designer menuntut kita  berempati kepada client maupun orang lain yang akan menikmati hasil karya kita.  Sangatlah berbeda dengan kreatifitas dalam bidang seni yang merupakan media untuk mengekspresikan diri,” lanjutnya.


Debbie Salbrenda menjelaskan bahwa Graphic Designer terbagi menjadi 8 jenis; visual identity, packaging, marketing & advertising, motion, user interface, enviromental, publication, dan art & illustration. “Dari berbagai jenis Graphic Designer, dapat dipilih bidang mana yang ingin ditekuni dan menjadi keunggulan. Saat pandemi ini, sebagai Graphic Designer bisa memanfaatkan moment untuk menuangkan kreativitas dengan membuat berbagai macam design baik untuk masker, tote bag, dan lainnya yang belakangan sedang menjadi kebutuhan pokok.”


Tidak dipungkiri oleh keduanya ada kalanya merasa jenuh dengan bidang yang mereka geluti, namun dengan berbagai referensi yang mereka dapatkan dari banyak sumber menjadi motivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018