Pertama kalinya Untar Menggelar Promosi Doktor Daring
Kamis, 23 Juli 2020

“Pekerjaan konstruksi design and build bangunan gedung negara harus selesai dalam satu tahun anggaran, yang berarti waktu yang relatif cukup singkat untuk melaksanakan konstruksi design and build bangunan gedung negara. Namun mengingat pekerjaan konstruksi design and build bangunan gedung negara meliputi perencanaan dan pelaksanaan secara bersamaan, maka dari itu kinerja dari Manajer Proyek perlu diteliti dalam melaksanakannya agar tepat waktu,” ujar Dr. Jujuk Kusumawati saat mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Peningkatan Kinerja Manajer Proyek untuk Konstruksi Design and Build Bangunan Gedung Kerja” Kamis, (23/7).

Sidang Terbuka secara online dilaksanakan guna memenuhi persyaratan memperoleh gelar Doktor Ilmu Teknik Sipil yang dipertahankan dihadapan Sidang Terbuka Senat Akademik dan Dewan Penguji Universitas Tarumanagara. Dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan,  sidang dihadiri Dekan Fakultas Teknik (FT) Harto Tanujaya, S.T., M.T., Ph.D., serta Promotor Pendamping Dr. Ir. Najid, M.T. secara luring. Sedangkan dewan penguji lain dan para undangan hadir melalui aplikasi Zoom.

Dari hasil penelitiannya, doktor ke-46 FT Untar ini menyatakan bahwa indikator variabel budaya kerja yang berpengaruh dalam kriteria proyek manajer ialah kepemimpinan, inisiatif dan eklektik, serta indikator perilaku kerja yang berpengaruh yaitu empati, komunikasi, dan teknis. Manajer proyek konstruksi design and build bangunan gedung negara yang baik adalah dengan pendidikan minimal Strata Dua (S2) selama sepuluh tahun, pengalaman minimal 12 tahun, mempunyai SKA Ahli Utama Manajemen Konstruksi serta berbudaya kerja dan perilaku kerja yang baik.

Secara online, Promotor Utama Prof. Ir. Krishna Mochtar, MSCE, Ph.D., IPU menyampaikan ucapan selamatnya kepada Doktor Baru yang telah berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun (6 semester) dengan IPK 4.00, “Ini merupakan suatu permulaan. Anda perlu terus melakukan riset dan menghasilkan inovasi baru khususnya dalam bidang Manajemen Konstruksi.” -JS-

 

-JS-

23 Juli 2020, LIT.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018