Mahasiswa Arsitek Persembahkan Kopendium Kampung Apung
Senin, 22 Juni 2020

Kesalahan persepsi terhadap kampung-kampung kota di Jakarta yang menyamaratakan antara kampung dengan slums (daerah kumuh), mendorong Ikatan Mahasiswa Arsitektur Tarumanagara (IMARTA) melihat unsur arsitektur di Kampung Apung sebagai bentuk ruang yang terikat erat dengan cara menghidupi, serta interaksi sosial yang berubah dan bertambah kedepannya. Ide yang digagas melalui Kompendium Kampung Apung merupakan hasil dari Revitalisasi Kampung Apung yang diselenggarakan Bidang Pengabdian Masyarakat IMARTA-SKETSA 2019/2020 bersama warga dalam mengidentifikasi dan berdiskusi tentang karakter kampung kota dalam konteks Kampung Apung.
Buku ini menawarkan cara lain dalam melihat sebuah ruang yang terkait erat dengan cara hidup manusianya, tentang apa yang dimaksud dengan keorganikan, fleksibilitas, dan ketahanan pada karakter Kampung Apung, serta bagaimana arsitektur terbentuk dan membentuk Kampung Apung itu sendiri.
“Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca mengenai keorganikan kampung kota dan karakteristik yang ada di Kampung Apung, dan kedepannya program ini dapat berkembang dan bermanfaat bagi warga Kampung Apung dan mahasiswa IMARTA,” ujar Gerald selaku Ketua Pelaksana Revitalisasi Kampung Apung. 
Selain berkontribusi kepada masyarakat, revitalisasi ini bertujuan meneliti jenis-jenis tipologi kampung dan sumber daya lokal dalam kerangka strategi pembangunan masyarakat Kampung Apung di bidang arsitektur. Dilakukan secara partisipatoris (melibatkan warga sekitar), penelitian ini menciptakan sense of belonging dari kegiatan bersama dan pembangungan yang dilakukan setelahnya.
-JS-

 

-JS-

22 Juni 2020, KS - PKM.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018