Manajemen Produksi Media oleh “Erik Lofting”
Erik Lofting, praktisi media dari lembaga pengkajian Media di Australia, yang saat ini sedang mengadakan penelitian tentang media media massa, dan membuat sejumlah film documenter, bekerjasama dengan School for Broadcast Media (SBM) - Jl. Utan Kayu 68H, memberikan ceramah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Jakarta, pada pertengahan Juni 2010.

Topik yang dipaparkan oleh Erik Lofting adalah, bagaimana membuat program siaran untuk media elektronik, khususnya radio dan televisi, yang berpijak kepada kepatutan khalayak dalam suatu wilayah tertentu, yang memiliki karakteristik beragam. Pemahaman terhadap khalayak adalah mutlak, dan ini tidak bisa diperoleh dengan mudah. Jadi memerlukan Tim Peneliti yang baik untuki mengetahui karakter khalayak.

Mengingat audience yanag plural, maka program acara seperti halnya film pendek, film – film documenter, selayaknya jika sebelum dibuat, harus dilakukan penelitian yang mendalam. Dicontohkan oleh Erik Lofting, yang didampingi oleh E. Lalang Wardoyo, dari SBM, bahwa membuat film pendek atau documenter harus melalui perencanaan yang matang. Misalnya membuat iklan layanan masyarakat yang durasinya hanya sekitar 60 menit, bisa memerlukan penelitian sampai enam sampai duabelas bulan.

Erik Lofting, yang saat ini sedang membuat film documenter tentang LEPRA di Madura, menambahkan, melihat kompleksitas sebuah produksi siaran televisi maupun radio, maka naskah produksi harus benar – benar matang melalui pengkajian yang mendalam, dan didiskusikan dengan para ahli dari bidang – bidang tertentu, yang terkait dengan topik produksi siaran televisi / radio. Tidak kalah, pentingnya ditandaskan oleh Lofting, adalah masalah pendanaan. Mengingat produksi tertentu, tidak selalu bersifat komersial, maka pendanaan menjadi masalah yang krusial untuk topik film – pendek atau film documenter tertentu. (FIKOM UNTAR)