Tanya Dan Jawab Sekitar Pendidikan Profesi
DESAINER KOMUNIKASI VISUAL

Apakah Desainer Komunikasi Visual (DKV)?

Apakah yang dinamakan Desainer Komunikasi Visual itu?

Desainer Komunikasi Visual adalah creative problem solver. Mereka adalah para profesional terdidik yang kreatif, menguasai keterampilan artistik, teknologi dan manajemen, yang bekerja untuk memberi solusi berbagai permasalahan komunikasi melalui gambar dan teks, di berbagai media.

Kata orang, Desainer komunikasi visual itu cuma tukang gambar, benarkah begitu?

Tidak benar. Seperti disampaikan di atas, mereka adalah creative problem solver. Mereka memecahkan masalah komunikasi visual secara menyeluruh. Mereka harus mampu mengidentifikasi masalah dengan mendapat brief awal dari Klien, mereka harus melakukan riset, analisis, membangun konsep, melakukan presentasi di depan Klien, memberikan alternatif gagasan, mengeksekusi gagasan, mengontrol implementasi, dan mengevaluasi hasil-hasilnya. Sungguh pekerjaan profesional. Untuk semua itu ia dibayar Klien secara profesional.

Siapakah yang dimaksud Klien itu ?

Klien adalah perorangan dan organisasi yang memiliki kebutuhan komunikasi dengan khalayak, dan memiliki anggaran untuk tujuan itu. Hampir setiap perusahaan, lembaga pemerintahan, lembaga non-pemerintahan, berbagai yayasan, sampai ke partai politik, bahkan para kandidat partai, dan para selebritas, memiliki kepentingan berkomunikasi dengan masyarakatnya (khalayak sasaran). Mereka ada yang memiliki masalah identitas, pencitraan, membangun merek, menyelenggarakan kampanye sosial, kampanye komersial, dan banyak lagi kegiatan komunikasi melalui media, yang senantiasa saat ini berkembang terus, semisal situs-web dan media sosial.

Kalau begitu, pekerjaan Desainer Komunikasi Visual itu sangat luas ya?

Ya, benar sekali sejauh terkait komunikasi secara visual. Apalagi dengan kehadiran media digital (semisal komputer, tablet, telpon pintar), media komunikasi visual kini berkembang sangat cepat.

Mengapa harus DKV Universitas Tarumanagara?

Haruskah semua bidang komunikasi visual itu dikuasai oleh seorang desainer?

Tentu saja tidak. Semuanya harus mempelajari keterampilan dasar bahasa visual, kemudian baru fokus ke penajaman skill di bidang khusus. Oleh karena itu, di program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Tarumanagara, dilaksanakan program peminatan. Di dalam kurikulum kami, para mahasiswa pada semester kelima harus menetapkan peminatannya ke bidang desain komunikasi visual yang khusus.

Apa-apa saja peminatan dalam komunikasi visual itu?

Terdapat 3 (tiga) kelompok peminatan utama, yaitu kelompok peminatan (1) Desain Grafis, (2) Desain Komunikasi Pemasaran, atau yang umum diketahui sebagai desain periklanan, dan (3) Desain Multimedia. Setiap kelompok peminatan itu, memiliki berbagai sub-bidang yang lebih khusus lagi. Mahasiswa memiliki kesempatan mengambil matakuliah pilihan sesuai minatnya masing-masing.

Bagaimana para mahasiswa memilih peminatan yang cocok bagi masing-masing diri mereka?

Setelah empat semester mengikuti pembelajaran bersama, mereka akan memahami minat dan potensi dirinya. Mereka akan terus menerus diberi penjelasan dan dibimbing untuk menyesuaikan pilihan peminatannya. Pada semester kelima dan selanjutnya, mereka telah pada jalur peminatan masing-masing. Selain matakuliah utama (yaitu mata kuliah merencana), mereka juga harus melengkapi dirinya dengan berbagai matakuliah pilihan.

Apa saja syarat kelulusan pada akhir masa studi?

Pertama, mahasiswa harus melaksanakan Kerja Praktik Lapangan, atau yang sering disebut, internship. Mereka bekerja secara mandiri di berbagai perusahaan desain atau lembaga lain yang memerlukan desainer dalam organisasinya. Setelah itu, mahasiswa harus melaksanakan Tugas Akhir (TA). Pada TA itu mahasiswa akan melaksanakan sebuah pekerjaan akun simulatif secara lengkap (komprehensif, termasuk karya tulisnya). Karya-karyanya kemudian dipamerkan, dipresentasikan, dan diuji oleh dewan penguji.

Apakah gelar lulusan dari program Desain Komunikasi Visual Untar?

Mereka lulus sarjana strata-satu dengan gelar “Sarjana Desain” (S.Ds.).

Apakah program studi Desain Komunikasi Visual Untar sudah terakreditasi?

Ya. Sudah bilangan belasan tahun kami terakreditasi. Akdreditasi terakhir adalah keputusan BAN PT no: 027/BAN-PT/ AK-SURV-III/SI/VII/2012, dengan nilai A.

Adakah yang penting lainnya?

Ya ada. Bagi lulusan yang akan bekerja di industri, semisal di biro desain , atau di biro iklan, atau di production house, di penerbit, bahkan buat mereka yang akan buka usaha sendiri,   lulusan harus menghimpun seluruh karyanya dalam bentuk Portofolio karya-karya terbaiknya yang dihasilkan selama masa studinya.

Apa saja sih jabatan, dan profesi spesifik seorang disainer komunikasi visual?

Cukup banyak, dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi media digital. Beberapa contoh kami tuliskan saja berikut di bawah ini (terlampir).

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut yang kami belum pahami, bagaimana ?

Silakan datang ke Biro ADMISI Universitas Tarumanagara, atau langsung ke Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara.

Mengapa harus DKV Universitas Tarumanagara?

Wilayah pekerjaan desainer komunikasi visual sangat luas. Mereka bisa berada di industri komunikasi (semisal biro iklan, biro desain, web-developer, production house dan sebagainya), atau di pihak klien (semisal, staf kreatif atau staf promosi di Mall, Department Store, Perusahan real estate, farmasi, fashion dan sebagainya). Desainer bisa juga secara profesional bekerja mandiri menjadi free-lance designer. Bagi yang berjiwa wiraswasta (entrepreneur) bisa juga membangun biro desain, biro iklan sendiri. (semisal Creative Boutique, brand consultant, brand activation agency dan sebagainya).

Beberapa contoh profesi , dan jabatan penting, bagi lulusan Desain Komunikasi visual adalah sebagai berikut.

 

 

  1. Bidang Desain Grafis (Graphic Design), di antaranya:
  2. Logo Designer: Desainer yang bertugas membangun citra visual sebuah perusahaan , atau lembaga lainnya, sehingga perusahaan itu memiliki gambaran yang unik, simpel, mudah diingat,bertahan lama, dan sesuai dengan faslafah dasar, visi serta misi yang dimilikinya.
  3. Brand Designer : Desainer yang khusus melakukan pekerjaan membangun identitas merek. Mereka akan bekerjasama dengan para brand manajer, dan para desainer produk.
  4. Publishing Designer: Desainer yang memusatkan diri kepada penerbitan dan penerbitan berkala, seperti buku, majalah, surat kabar, laporan tahunan, novel, komik dan banyak lagi media penerbitan.
  5. Visual Merchandizer: Desainer grafis yang mengkhususkan diri kepada pekerjaan visual pada display dan pajangan toko, department store, mall dan pameran-pameran.
  6. Packaging Designer: Desainer grafis yang ahli dalam merancang kemasan, sesuai dengan prinsip fungsi, bahan, ekonomi dan teknologi yang sesuai.
  7. Sign System Designer: Desainer grafis yang mengkhususkan diri kepada perancangan sistem rambu atau marka visual di satu kawasan tertutup, maupun terbuka. Rancangannya harus mampu memberi identitasd diri, membimbing, mengarahkan, memberi informasi, memberikan rasa aman dan keindahan (enviromental graphics) kepada orang-orang yang berada di lingkungan kawasan tertentu,
  8. Security Printing Designer: Desainer yang ahli dalam bidang cetakan sekuritas, seperti saham, obligasi, materai, ijazah, sertifikat, dan sebagainya.
  9. Colateral Media Designer : Ini adalah pengertian umum dari seorang grafis desainer. Mereka adalah desainer yang merancang berbagai media promosi seperti leaflet, brosur, kalender, poster, dan banyak lagi.
  10. Digital Imaging Designer : Desainer yang ahli dalam mereka citra digital.
  11. Fotografer: Ahli profesional seni foto untuk berbagai kepentingan, periklanan, sosial, dokumentasi, fashion, foto produk, dan seni.
  12. Illustrator. Desainer yang ahli menyajikan gambar sebagai narasi, deskripsi, sampai ke dekorasi. Biasanya mereka memiliki skill dan gaya gambar yang kuat.

 

 

 

 

 

  1. Bidang Multimedia (Multimedia Design), yang terpenting di antaranya:
  2. Videografer: Ahli profesional yang khusus merancang dan memproduksi sebuah karya video untuk berbagai kebutuhan seperti video profil perusahaan, iklan TV, video dokumenter dan lain sebagainya, dengan efek grafis yang kuat
  3. Animator: Ahli profesional pencipta film animasi (atau yang sering disebut film Cartoon). Mereka merancang tokoh-karakter animasi, menggerakannya, dan membangun ceritra yang menarik. Saat ini animasi bisa tersaji secara 2-Dimensional atau pun 3 Dimensional. Ada pula animasi yang disajikan dalam skala raksasa, yaitu yang disebut sebagai Video-Mapping.
  4. Interactive Media Designer: Desainer yang ahli dalam merancang situs-web, game, e-marketing, dan banyak lagi media interaktif.

 

 

  1. Bidang Desain Periklanan (Advertising/ Marketing Communication Design), yang terpenting di antaranya:
  2. Creative Director: Jabatan tertinggi di departemen kreatif sebuah biro iklan. Tugas utamanya adalah memimpin seluruh staf-nya menghasilkan strategi dan konsep kreatif yang unggul, yang diperpsiapkan sebagai solusi komunikasi pemasaran sebuah merek yang ditugaskan klien ke pada Biro Iklan di mana ia bekerja.
  3. Art Director: Staf Creative Director yang bertugas menghasilkan strategi, konsep, dan gagasan visual dalam periklanan dan promosi.
  4. Visualizer: Staf Art-Director yang bertugas menyelesaikan sebuah desain sehingga sempurna secara visual. Visualizer biasanya harus memiliki keterampilan ilustrasi dan lay-out yang baik.
  5. Computer graphic artist: adalah staf Art-Director yang mengkhususkan diri pada penggarapan dan penyelesaian pekerjaan kreatif hingga selesai, siap cetak atau siap tayang.
  6. Producer: seorang lulusan desain komunikasi visual, bila bertbakat dan berminat ke bidang manajemen produksi bisa menjadi print producer, TVC producer, Bekerja di bawah seorang Traffic Manager.
  7. Account/brand Planner : Staf di bagian manajemen account/marketing yang bertugas merencanakan kesejahteraan sebuah merek, atau sebuah kampanye promosi dalam setiap tahapan siklus daur-hidup merek tersebut.

 

 

 

Bila ada pertanyaa lebih rinci, silakan hubungi kami