Kurikulum adalah serangkaian subyek pembelajaran yang diberikan secara runut kepada mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai dengan visi dan misi Fakultas. Dalam kurikulum yang berbasis kompetensi, maka pencapaian tujuan pembelajaran diukur dari penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan.

Tahun 2003 terjadi perubahan paradigma pada sistim pendidikan kedokteran di Indonesia dari kurikulum yang berbasis subyek ( kurikulum tradisional ) menjadi kurikulum berbasis kompetensi dna Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara menerapkannya sejak tahun 2007. Perubaan paradigma ini menyebabkan perubahan pula pada proses belajar mengajar dari teacher centered  menjadi student centered. Pada kurikulum tradisional, proses belajar mengajar terfokus pada dosen yang membagikan pengetahuan yang dimilikinya kepada mahasiswa melalui perkuliahan ( teacher centered ), maka kini fokus pembelajaran beralih pada mahasiswa ( student centered ). Mahasiswa secara mandiri harus mencari/menemukan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memperoleh kompetensi yang telah ditetapkan. Peran dosen adalah sebagai nara suber dan memfasilitasi mahasiswa belajar melalui diskusi kelompok problem-based learning.

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara melaksanakan kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan belajar berdasarkan SPICES, yaitu : Student centered, Problem based, Integrated, Community oriented, Early exposure, dan Systematic. Pada pendekatan belajar SPICES, fokus utama adalah mahasiswa yang belajar melalui diskusi kelompok yang dipaparkan dengan masalah/pemicu ( problem based ). Pemicu disusun agar mahasiswa dapat mencapai isu-isu pembelajaran yang mengerucut pada sasaran pembelajaran modul tertentu. Sasaran pembelajaran disusun secara sistematik, terintegrasi, dan menekankan masalah yang ada di masyarakat. Penyusunan modul berdasarkan sistem yang ada pada tubuh manusia. Pada modul tersebut penyusunan materi pembelajaran terintegrasi horisontal dan vertikal juga sistematik. Pembelajaran dilakukan dengan memberikan suatu permasalahan kepada mahasiswa dan mahasiswa harus mencari pengetahuan yang dibutuhkan untuk dapat memecahkan masalah tersebut ( problem based ). Proses pembelajaran ini harus berorientasi kepada masyarakat dan sedini mungkin memaparkan para mahasiswa kepada bidang kerja yang akan digelutinya setalah lulus nanti.

Kurikulum disusun berdaarkan pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan secara Nasional oleh Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2006 dan telah diperbaharui pada tahun 2012, yaitu Standar Pendidikan Dokter dan Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Pada standar tersebut, lulusan dokter Fakultas Kedokteran di Indonesia harus memiliki kemampuan pada 7 area kompetensi, yaitu :

  1. Profesionalitas yang Luhur
  2. Mawas Diri dan Pengembangan Diri
  3. Komunikasi Efektif
  4. Pengelolaan Informasi
  5. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
  6. Keterampilan Klinis
  7. Pengelolaan Masalah Kesehatan